Jumat, 23 Desember 2011

STANDAR PERENCANAAN IRIGASI KRITERIA PERENCANAAN BAGIAN STANDAR PENGGAMBARAN KP - 07


Pendahuluan

Laporan Kriteria Perencanaan Standar Penggambaran merupakan bagian dari Standar Kriteria Perencanaan Irigasi dari Direktorat Jenderal Pengairan. Laporan Kriteria Perencanaan terdiri dari bagian-bagian berikut :

KP - 01    Perencanaan Jaringan Irigasi
KP - 02    Bangunan Utama (Headworks) KP - 03. Saluran
KP - 04.   Bangunan
KP - 05.   Parameter Bangunan
KP - 06.   Petak Tersier
KP - 07.   Standar Penggambaran

Laporan-laporan tersebut dilengkapi dengan :
-      Buku Petunjuk Perencanaan
-      Gambar-gambar Standar dan Tipe
-      Persyaratan Teknis untuk Pengukuran; Penyelidikan dan Perencanaan

Bagian Kriteria Perencanaan mengenai Standar Penggambaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam pembuatan gambar-gambar teknis untuk pekerjaan irigasi.
Gambar-gambar teknis ini bisa meliputi :
-      peta topografi
-      peta tata letak
-      peta geologi
-      gambar potongan memanjang dan melintang untuk pembuang, saluran atau tanggul
-      gambar untuk bangunan-bangunan di saluran atau pembuang.

Sebelum suatu jaringan irigasi baru dimulai, atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada di lapangan selesai, banyak tenaga teknik terlibat dalam pembuatan semua jenis gambar. Tanpa adanya gambar-gambar tersebut baik perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan itu tidak akan pernah bisa dilakukan.

Para tenaga teknik yanggmenggunakan gambar dalam bidang pekerjaannya antara lain adalah :
-      Ahli topografi membuat peta-peta topografi
-      Ahli geologi, yang melakukan pekerjaan penyelidikan geologi
-      Perencana, yang bertugas merencanakan pekerjaan
-      Juru gambar, yang membuat gambar-gambar
-      pengawas di lapangan, dan
-      kontraktor yang melaksanakan pekerjaan.


Agar supaya semua orang ini bisa saling mengerti, maka dibuatlah suatu Standar untuk semua tampakan (feature) yang diperlukan pada gambar­gambar tersebut.

Setelah menyelesaikan pekerjaan lapangannya yang terdiri dari penyipatan datar (levelling) dan pengukuran, ahli topografi harus mencantumkan Semua hasilnya pada peta. Semua harus diusahakan selengkap mungkin. Peta yang ia buat menggunakan skala tertentu, dan pada skala itu ia tidak mungkin untuk menggambarkan segala sesuatu persis seperti apa yang ia temui di lapangan.

Itulah sebabnya maka ia harus menggunakan simbol-simbol, garis dan arsiran. Misalnya, sebuah sungai yang lebar dapat digambar dengan dua garis yang menunjukkan tepian sungai, tetapi sebuah sungai cukup digambar dengan satu garis. Kadang-kadang sebuah bangunan dapat digambar lengtap pada peta berskala besar. Tetapi pada peta berskala kecil, bangunan itu hanya akan ditunjukkan dengan sebuah titik. Selanjutnya ahli topografi akan menggunakan simbol untuk menunjukkan bangunan itu. Ia juga dapat menunjukkan relief yang ia jumpai di lapangan, yang terdiri darierbukitan dan pegunungan, cekungan atau tanggul-tanggul. Semua ini ditunjukkan dengan garis-garis tinggi/kontur. Arsiran dipakai untuk menunjukkan rawa-rawa, hutan, persawahan dan sebagainya. Demikian juga ahli geologi mempunyai simbol-simbol dan arsiran khusus untuk menunjukkan tampakan-tampakan yang ia temukan selama penyelidikan di lapangan.

Perencana diharapkan bisa mengerti simbol-simbol dan arsiran-arsiran ini dan bisa menginterpretasikannya. Ia mampu memutuskan bangunan (pondasi), saluran (diberi pasangan atau tidak), pembuang dan tanggul macam apa yang harus dibuat. Ia juga mempunyai simbol-simbol, tipe-tipe garis dan arsiran untuk menunjukkan recananya serta bahan-bahan yang ingin ia pakai pada gambar-gambar.

Juru gambar bertugas untuk, antara lain, membuat gambar-gambar yang akan dipakai di lapangan selama pelaksanaan pekerjaan. la harus membuat gambar-gambar yang jelas, yang bisa dipahami baik oleh kontraktor maupun pengawas. Setiap bagian dari saluran atau bangunan harus tampak dan detilnya ditunjukkan seperlunya. Petunjuk-petunjuk yang. diberikan pada gambar-gambar itu akan memperjelas hal-hal yang bisa menimbulkan salah pengertian.

Gambar-gambar harus dibuat dengan skala, walaupun mengukur dari gambar tidak pernah diperbolehkan. Dimensi-dimensi diberikan dalam meter, sentimeter atau milimeter, tergantung pada apa yang akan ditunjukkan dalam gambar.



Dalam, Bagian Kriteria Perencanaan ini akan dibicarakan mengenai ukuran gambar, tata letak gambar untuk berbagai bagian pekerjaan, simbol-simbol, tebal garis dan arsiran yang akan digunakan agar bisa membantu mereka yang berkecimpung dalam penggambaran pekerjaan irigasi.


2.       Ukuran Kertas Gambar

Sebagai aturan, semua pekerjaan penggambaran akan memakai ukuran­ukuran kertas gambar berikut :


Sedapat mungkin penggunaan kertas ukuran A0 hendaknya dihindari. Sebagai lembar standar dipakai kertas ukuran A1. Garis-garis tepi (marginal) akan ditempatkan sebagai berikut :




3.       Blok judul

Blok-blok judul seperti ditunjukkan pada Gambar 2 akan dipakai dalam semua gambar dan letaknya di sudut kanan bawah tiap-tiap gambar. Gambar 3 adalah contoh bagaimana blok judul itu harus diisi.































4.       Penomoran Gambar

Penomoran gambar-gambar akan diatur sedemikian sehingga tipe gambar akan mudah dikenali. Demikian juga sistem penomoran akan mempermudah pengarsipan/penyimpanan gambar-gambar itu.
Sistem penomoran dibatasi untuk satu jaringan irigasi/pembuang saja.
Jaringan-jaringan yang lain bisa ditandai dengan membubuhkan singkatan nama jaringan itu atau dengan membubuhkan sebuah huruf di depan nomor gambar.

Nomor gambar dapat dibagi menjadi bagian fungsional dan bagian urutan. Nomor gambar akan disusun seperti berikut :


A       Menunjukkan tipe gambar, misalnya :
1.        Gambar-gambar pengukuran - dan penyelidikan
2.        Gambar-gambar pelaksanaan
3.        Gambar-gambar pabrikan
4.        Gambar-gambar purnalaksana (As built drawings)

BB    Menunjukkan pengelompokan gambar sesuai dengan judul, misalnya :

1.        Tata letak (skala 1 : 25.000; 1 : 5.000; 1 : 2.000)
2.        Bangunan Utama dan bangunan-bangunan pelengkap
3.        Saluran irigasi
4.        Bangunan Irigasi
5.        Gambar standar (pintu, skala, dan sebagainya)
6.        Saluran pembuang
7.        Bangunan pembuang
8.        Tanggul
9.        Bangunan bantu
10.    Jembatan
11.    Bangunan pelengkap
12.    Petak tersier






CC    Menunjukkan pembagian butir yang disebutkan dalarn, BB.
Misalnya :

-        Bangunan Utama dan bangunan pelengkap :
1-02-01    Bangunan pengelak (diversion structure) dengan pembilas
1-02-02    Pengambilan utama
1-02-03    Kantong Lumpur
1-02-04    Bangunan pengambilan saluran primer
1-02-05    Pembilas dan saluran pembilas
1-02-06    Tanggul penutup
1-02-07    Pekerjaan lindungan sungai

-        Saluran irigasi
1-03-01    Saluran primer X
1-03-02    Saluran sekunder A
1-03-03    Saluran sekunder B
1-03-04—

-        Bangunan irigasi
1-04-01    (untuk saluran primerX) - 01
1-04-01-02
1-04-02    (untuk saluran sekunder A) - 01
1-04-02-02
1-04-02-03

-        Saluran pembuang
1-06-01    Saluran pembuang primer_
1-06-02    Saluran pembuang sekunder —
1-06-03    Saluran pembuang sekunder —
1-06-04—

-        Petak tersier
1-12-01    Tata letak
1-12-02    Saluran irigasi
1-12-03    Bangunan ingasi
1-12-04    Saluran pembuang
1-12-05    Bangunan pembuang

Bangunan-bangunan di saluran irigasi tertentu akan diberi nomor CC pada gambar saluran irigasi.





Gambar-gambar untuk tiap butir yang disebutkan di dalam CC akan diberi nomor urut. Tiap butir dimulai dengan 01.

Contoh :

Sebagian dari gambar-gambar konstruksi dan pengukuran di pakai sebagai Gambar-gambar Tender. Gambar-gambar tender ini terdiri dari pilihan gambar-gambar kontrak.

Semua gambar yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan akan direvisi lagi menjadi gambar purnalaksana, setelah itu nomor pertama akan diubah menjadi nomor 3. Contoh : 1-04-03-02 menjadi 3-04-03-02.

























5.       Pengecilan Gambar

Gambar hendaknya tidak diperkecil sampai melebihi setengah dari ukuran kertas gambar aslinya. Pengecilan maksimum adalah sampai ukuran kertas A3.
Di antara berbagai ukuran gambar standar, ada perbandingan tetap yaitu 1:. Pengecilan maksimum adalah :

Ao    ▬▬▬▬►     A2
A1   ▬▬▬▬►     A3

Semua gambar harus diperkecil supaya mudah disimpan pada microfilm. Jika kriteria yang dibicarakan dalam bagian ini diikuti, maka perlu dibuat suatu persyaratan agar gambar-gambar mudah dicari sewaktu diperlukan dan agar gambar-gambar itu tetap bisa dibaca setelah diperbesar lagi.

Hal-hal berikut hendaknya dipertimbangkan pads waktu membuat gambar-gambar yang akan diperkecil :
-        tinggi huruf dan angka tidak boleh kurang dari 3 mm;
-        tebal garis untuk huruf dan angka adalah 1/10 dari tingginya;
-        tebal garis untukekerjaan gambar tidak lebih kecil dari 0,25 mm;
-        untuk arsiran, tebal garis tidak boleh lebih kecil dari 0,18mm dan jarak antar garis tidak kurang dari 3 mm untuk gambar-gambar bangunan dan 2 mm untuk gambar-gambar pekerjaan baja (arsiran potongan baja, perunggu, karet dan sebagainya).





















6.       Penunjukan Arah Gambar

Pada peta-peta topografi dan peta-peta situasi, arah utara akan ditunjukkan ke arah atas gambar. Data mengenai jaringan grid (gridnet), kalau ada, akan ditulis di sepanjang garis-garis tepi/marginal kertas gambar.

Peta-peta situasi sungai dan peta-peta situasi untuk trace saluran atau pembuang akan digambar sedemikian sehingga arah aliran adalah ke arah kanan gambar.

Potongan memanjang sungai, saluran, pembuang atau tanggul akan digambar langsung di bawah pets situasi. Juga, dalam potongan memanjang arah aliran adalah ke kanan gambar.
Peta situasi dan potongan memanjang yang muncul dalam satu gambar, akan menunjukkan bentang sungai, saluran, pembuang atau tanggul yang sama.
Kalau sungai, saluran atau pembuang dilihat ke arah hilir, maka tanggul di sebelah kanan disebut tanggul kanan dan yang kiri disebut tanggul kiri. Potongan melintang akan digambar dengan tanggul-kiri sebelah kiri dan tanggul-kanan sebelah kanan.

Untuk gambar-gambar bangunan di saluran atau pembuang, denah akan dicantumkan di sebelah kiri atas gambar, sedemikian rupa sehingga arah aliran saluran atau pembuang adalah ke arah kanan gambar. Tepat di bawah denah, akan digambar potongan yang paralel terhadap arah aliran. Untuk bangunan-bangunan besar - atau bagian-bagiannya akan digambar sedemikian rupa sehingga arah aliran sungai atau saluran adalah ke kanan atau ke sebelah bawah gambar.
Semua gambar akan dapat dibaca dari sudut kanan bawah.


















7.       Skala, Tebal Garis, Tinggi Huruf dan Angka

Skala gambar bergantung kepada apa yang harus ditunjukkan oleh gambar itu atau seberapa detail gambar itu harus dibuat.
Dalam pekerjaan gambar dipakai bermacam-macam tebal garis dan huruf atau tinggi angka agar gambar lebih mudah dibaca. Tebal garis dan tinggi angka akan berbeda-beda menurut skala gambar. Dalam Tabel 1 diberikan skala, tebal garis dan tinggi huruf atau angka untuk berbagai tipe gambar. Untuk tebal huruf dan angka dianjurkan untuk memakai 1/10 dari tinggi huruf/angka. Juga, dianjurkan agar untuk gambar-gambar peta dipakai  tebal garis seperti yang diberikan dalam daftar, dengan simbol-simbol peta pada Tabel 3 serta tebal garis untuk gambar-gambar bangunan seperti yang disajikan pada Gambar 4.
Penunjuk skala (scale bar) akan menunjukkan dimensi sebagaimana diberikan pada gambar, dalam meter atau sentimeter, dan untuk pekerjaan baja dalam milimeter.
Kalau ukuran gambar diperkecil, maka skala semula akan ditunjukkan dengan angka, demikian pula skala yang baru (sesudah pengecilan) dengan menggunakan penunjuk skala.
Gambar 5 memperlihatkan penunjuk skala untuk berbagai skala.

Penunjuk skala akan memperlihatkan dimensi-dimensi yang diberikan pada gambar, dalam meter atau sentimeter, dan untuk pekerjaan baja dalam milimeter.




































8.       Ukuran dan Indikasi

Untuk    garis-garis ukuran dan garis-garis bantu (auxiliary line), akan digunakan  tebal garis 0,25 mm sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana dan di mana menempatkan garis-garis ukuran, garis bantu dan indikasinya, lihat Gambar 6.

Ketinggian (level) selalu ditunjukkan dalam meter di atas ketinggian yang sudah ditetapkan.
Semua ukuran gambar bangunan dapat diberikan dalam meter atau centimeter, kecuali gambar-gambar pekerjaan baja yang selalu diberikan dalam milimeter.
















































9.       Simbol, Arsiran dan Singkatan

Tabel 2 menyajikan kan singkatan-singkatan yang sering dipakai pada gambar. Tabel 3, Tabel 4 dan Tabel 5 secara berturut-turut menyajikan simbol­simbol dan tipe-tipe arsiran dari yang paling sering sampai yank kurang sering dipakai. Simbol-simbol peta pada Tabel 3 dibagi menjadi "Simbol Peta. Topografi" dan "Simbol Peta Situasi".
Tabel 4 adalah pengarsiran untuk gambar-gambar konstruksi.
Tabel 5 adalah simbol-simbol serta pengarsiran geologi dan geologi teknik. Tabel-tabel 3, 4 dan 5 dapat dilihat di bagian belakang buku ini.




























































10.     Gambar-gambar Untuk Saluran, Pembuang dan Tanggul

Pada gambar-gambar 7, 8 dan blok gambar untuk potongan memanjang saluran, pembuang dan tanggul, sedangkan Gambar 10 menunjukkan beberapa tipe tata letak gambar :
a.         untuk gambar pelaksanaan, dan
b.        untuk gambar potongan memanjang saluran, pembuang atau tanggul. Di sebelah atas potongan memanjang disediakan ruang untuk sebagian tata letak saluran, pembuang atau tanggul tersebut, sebagaimana ditunjukkan dalam potongan memanjang.
Gambar 11, 12 dan 13 menyajikan penjelasan serupa untuk gambar-gambar potongan melintang.



















































Potongan-potongan melintang sungai, saluran, pembuang atau tanggul selalu digambar dalam suatu urutan, mulai dari sudut kiri atas gambar ke bawah, sesudah itu deretan tengah dan deretan kanan dipakai dari atas ke bawah. Dalam satu gambar potongan melintang hanya akan ditunjukkan untuk satu saluran, pembuang atau tanggul saja.
Kalau mungkin garis-garis tengah saluran, pembuang atau tanggul akan berada dalam satu garis lurus vertikal. Ketinggian akan ditunjukkan dalam semua potongan melintang (dalam meter) di atas ketinggian nol (zero level) tertentu yang sudah ditetapkan.
Pada dasarnya, dimensi dan kemiringan juga akan diberikan di setiap potongan melintang. Walaupun demikian, apabila dalam satu deretan potongan melintang tidak mengalami perubahan dalam dimensi dan kemiringan, maka hal ini akan ditunjukkan di bagian atas dan bawah potongan saja.
Kalau ada perubahan potongan melintang dalam suatu deret, maka potongan terakhir bagian sebelumnya bersama-sama dengan potongan pertama dari bagian yang diubah, akan digambar lengkap.

















a     :      nama saluran, pembuang atau tanggul
b     :      nomor potongan melintang urut dari PL 1
c     :      luas kupasan (stripping) yang diukur dari potongan melintang (luas ini sering bisa dihitung, biasanya potongan diketemukan dengan planimeter)
d     :      luas timbunan, termasuk luas kupasan
e     :      luas timbunan, tidak termasuk luas pasangan batu, lapisan batu, lining beton, beronjong - kalau ada
f      :      panjang bentang yang valid/sahih bagi potongan melintang yang bersangkutan
g     :      bentang saluran secara keseluruhan, yaitu sama dengan panjang saluran di dalam gambar potongan memanjang.
h     :      jumlah volume dalam m3 untuk kupasan
j      :      jumlah volume dalam m3 untuk timbunan
k     :      jumlah volume dalam m3 untuk galian.

Butir-butir h, j dan k akan muncul dalam Rincian Volume dan Biaya, Harga Satuan dan Harga.




























11.     Tata warna peta

Warna-warna standar akan dipakai untuk memperjelas gambar-gambar tata letak jaringan irigasi dan pembuang, serta gambar-gambar tata letak jaringan tersier.
Empat eksemplar dari peta-peta tata letak ini harus seluruhnya diberi nama, sedangkan empat eksemplar yang terakhir akan diberi warna hanya di sepanjang batas-batas petak saja. Lebar warna sepanjang perbatasan ini adalah 1 sentimeter.

Warna-warna yang akan dipakai adalah:
-        biru untuk jaringan irigasi, garis penuh untuk jaringan pembawa yang ada dan garis putus-putus untuk jaringan yang sedang direncana
-        merah untuk sungai dan jaringan pembuang; garis penuh untuk jaringan yang sudah ada dan garis putus-putus untuk jaringan yang sedang direncana;
-        coklat untuk jaringan jalan;
-        kuning untuk daerah yang tidak diairi (dataran tinggi, rawa-rawa);
-        hijau untuk perbatasan kabupaten, kecamatan desa dan kampung,
-        merah untuk tata nama bangunan;
-        hitam untuk jalan kereta api;
-        warna bayangan akan dipakai untuk batas-batas petak sekunder; batas­batas petak tersier akan diarsir dengan warna yang lebih muds dari warna yang sama.





















12.     Pelipatan Gambar

Gambar-gambar teknik dilipat sedemikian sehingga :
-        didapatkan format A4
-        blok judul terlihat di luar, dan pelipatan dilakukan secara saling-silang, sebagaimana dapat dilihat pada. Gambar 14.
Garis-garis lipat akan dibuat di luar garis-garis tepi; lihat Gambar 1 dan 14.


1               :    Cetakan gambar siap dilipat.
                     (jangan sekali-kali melipat gambar asli!)
2a dan db :    Lipatan vertikal dibuat secara saling-silang (zig-zag}
3               :    Gambar dari tahap 2b dilipat sedemikian, sehingga blok judulnya
                     tampak.



































































































































































































































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar